Cerita Sulatri, tertantang wujudkan Laporan Keuangan dengan WTP

Perempuan berkacamata itu sibuk memimpin rapat koordinasi di salah satu ruang Pemkab Lamongan. Dia adalah Sulastri, kepala BPKAD Lamongan. Aktifitas perempuan berkerudung itu saat ini lebih padat di bandingkan ketika menjadi Sekertaris DPRD Lamogan. Saat bekerja di gedung DPRD, dia hanya mengurusi administrasi kegiatan wakil rakyat. Sehingga, saat sore bisa pulang dari kantor.

Ketika berganti tugas di BPKAD, Sulastri beberapa kali pulang malam. Dia harus mendata asset pemkab. Pendataan agak rumit karena sejumlah asset yang sebelumnya mejadi kewenangan pemkab, diambil alih Pemrov Jatim dan pemerintah pusat.

“karena harus menyelesaikan pendataan aset ini, maka sering pulang malam,” tuturnya sambil geleng-geleng kepala.

Saat sore, dia sering mengumpulkan staffnya untuk evaluasi kinerja selama sehari. Hasil evaluasi itu menjadi catatan dan rekomendasi agar kinerja dihari berikutnya lebih baik lagi.” Pokoknya tiap hari rapat, karena ini sebuah tantangan yang harus di taklukan ,” tuturnya.

Tantangan lain bagi Sulastri, mewujudkan laporan hasil pemeriksaan keuangan (LHP) BPK denga hasil wajar tanpa pengecualian (WTP). Sulastri menceritakan, aset pemkab harus segera di data dan diselamatkan. Selama ini banyak aset yang belum tertata dan sangat rawan di selewengkan penyelenggara negara

Selain itu, data aset daerah sudah saatnya bisa diakses semua masyarakat. “ saat ini eranya itu transparansi,” tuturnya.

Keluar masuk uang pemkab selama ini juga tidak lepas dari kebijakan BPKAD. Jika sebelumya pencairan kas daerah harus melalui teken dari BPKAD, maka kedepan di buat secara online agar pembangunan di pemkab dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan normal.

“jangan sampai pelayanan masyarakat itu lambat hanya gara-gara menunggu tanda tangan satu orang, “ Ujarnya.

Saat hari kerja, Sulatri berprinsip waktunya untuk mengabdi kepada negara. Sedangkan hari libur, waktu sepenuhnya utuk keluarga. “ waktu kerja ya kerja, kalau libur ya untuk keluarga. Wes, ndak usah bawa HP, “ tuturnya sambil tersenyum. (Sumber : Jawa Pos)