Cash For Work bagi Pembangunan Desa

Pada 2018, pemerintah akan terus melanjutkan program infrasruktur. Selain itu, pemerintah juga konsisten untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang berfokus pada masyarakat desa. Jumlah penerima bantuan Pogram Keluarga Harapan (PKH) ditingkatkan menjadi 10 juta keluarga, Dana Desa juga ditingkatkan jumlahnya menjadi Rp60 triliun, dan subsisdi lebih tepat sasaran kepada kegiatan-kegiatan unggulan untuk mengatasi masalah kemiskinan.

Sepertiga Dana Desa diharapkan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masing-masing desa. Untuk mengakselerasi kegiatan tersebut, telah dilakukan percepatan penyaluran Dana Desa di bulan Januari 2018. Semua ini dilakukan secara terintegrasi agar menggerakkan perekonomian di pedesaan.

Dengan label “Cash for work”, segala kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan desa akan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa itu sendiri. Tak lupa, pemerintah juga akan mengintegrasikan seluruh kegiatan bantuan sosial dalam satu platform yang sama, Cash For Work. Segala daya dan upaya dikerahkan untuk menggerakkan perekonomian di desa.

Sebagai pengelola keuangan negara, tentu saja Kementerian Keuangan harus mengawal proses ini mulai dari penyaluran dana sampai dengan laporan pertanggungjawabannya. Peran ini sangat penting, agar value for money yang disalurkan melalui APBN dapat dijaga akuntabilitasnya. Mengingat sumber daya pemerintahan desa yang masih belum optimal, diperlukan bentuk pelaporan pertanggungjawaban yang sederhana namun akuntabel. Disinilah tantangannya. Jangan sampai pelaporan menjadi suatu beban bagi pelaksana pembangunan desa, sehingga membuat pembangunan itu sendiri menjadi terbelengkalai karena disibukkan oleh pembuatan laporan.

Cash For Work harus menjadi solusi untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan. Indonesia sudah terlalu lama dibelenggu oleh kemiskinan, sudah waktunya untuk bangkit untuk menyongsong kehidupan yang lebih cerah. Generasi muda harus sehat, cerdas, dan kuat agar siap menghadapi bonus demografi di 2030.