Berita
Jokowi: Ada Rp 182 Triliun Anggaran Daerah Masih Tersimpan di Bank, Tidak Segera Dibelanjakan

Jokowi: Ada Rp 182 Triliun Anggaran Daerah Masih Tersimpan di Bank, Tidak Segera Dibelanjakan

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan, ada Rp182 triliun anggaran pemerintah daerah (pemda) yang masih tersimpan di bank. Anggaran yang berasal dari transfer pemerintah pusat itu belum dibelanjakan secara maksimal oleh pemda. Presiden meminta pemda berhati-hati dengan kondisi seperti ini karena berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.

“Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan mengerem laju pertumbuhan ekonomi ya di sini,” ujar Jokowi dalam pengarahannya kepada kepala daerah yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

“Akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp182 triliun. Ini tidak semakin turun, tapi semakin naik 11,2 persen. Artinya tidak segera dibelanjakan. Bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank? Hati-hati,” ucap Jokowi.

Kepala Negara menjelaskan, ia telah mencermati realisasi dari transfer anggaran yang diberikan kepada pemda. Dari pencermatan itu diketahui persentase belanja pegawai masih mendominasi realisasi anggaran daerah, yakni sebesar 63 persen. Sementara itu, realisasi belanja modal hingga akhir Maret 2021 baru 5,3 persen.

“Saya sudah sampaikan bolak-balik ke Mendagri untuk ingatkan semua daerah agar segerakan belanja APBD baik belanja aparatur atau belanja modal. Tapi yang terpenting belanja modal,” kata Jokowi.

“Ini disegerakan sehingga terjadi peredaran uang di daerah. Hati-hati, Rp 182 triliun ini uang yang sangat besar sekali. Ini kalau segera dibelanjakan, uang akan berputar di masyarakat akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil,” kata Jokowi.

Dia pun meminta agar penyaluran bansos, bantuan UMKM dan BLT Desa terus ditingkatkan sehingga bisa lebih luas diterima dan dibelanjakan masyarakat. Jokowi menuturkan, hingga April, penyaluran bansos baru mencapai 32 persen. Dia menyebut capaian ini sangat kecil.

“Masih kecil sekali sebesar 32 persen, baru Rp 1,5 triliun. Angka-angka seperti ini selalu saya ikuti,” tutur Jokowi.

“Sehingga saya ingatkan kembali karena itu penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Kalau daerah ada pertumbuhan ekonomi, secara agregat akan jadi pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sumber : nasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *